7 Search Engine vs. Google

Ingat ketika pertama kali Anda mendengar seseorang berkata pada Anda, "Kenapa tidak pakai Google saja?" Pasti tidak ingat karena besarnya dominasi Google yang sudah berlangsung sejak entah berapa lama, dan ada alasan mengapa orang lain lebih memilih Google sebagai search engine mereka daripada yang lain. Berikut ini adalah 7 search engine yang gagal menyaingi Google.

Yahoo.com
Yahoo
Yahoo! memiliki fitur prediksi pengetikan yang sangat menganggu ini. Mereka menyebutnya "search assist" dan dapat dimatikan kapan saja. Ketik 'American' dan tentu saja, 'prediksi' pertama yang muncul adalah "American Idol", "American Airlines", "American Express", "American Idol Results", and "American Eagle". Kita tidak tahu apakah memang itu yang kita cari atau merekalah yang pembayar sponsor terbesar kepada Yahoo!. Dan coba Anda lihat apa yang akan terjadi jika Anda hanya mengetik huruf 'F' dan yang muncul adalah "Facebook". Apakah itu yang Anda cari? Dan yang lebih mengejutkan, ketik huruf 'Y' dan "Youtube" akan muncul di atas "Yahoo".

MSN atau MSN.Live, atau Live Search?

Menentukan nama saja plin-plan. Dan jangan lupa tambahkan kata 'Microsoft' di bagian paling bawah halaman agar semua orang tahu siapa yang menyediakan pencarian ini. Saya hanya ingin melakukan pencarian web, tetapi ternyata disajikan hasil pencarian Money, Music dan Film yang sangat mengganggu.

Setidaknya kotak pencarian berada di tengah halaman - dan tanggal di atas kotak tersebut dapat diklik! Mengapa? Untuk membawa Anda ke pencarian "This day in history brought to you by Encarta" - orang-orang yang membenci Wikipedia. Apakah ini membantu? Sama sekali tidak.

Ask.com

Ketika membicarakan mengenai kesederhanaan, Ask.com itu bagus dan prediksi pencarian hanya akan muncul setelah huruf kedua. Selain itu Anda dapat menggunakan "Askeraser" untuk menghapus sejarah pencarian. Dan Ask.com juga memberikan Anda kesempatan untuk menambah skin sendiri.

AOL.com

AOL hanya ada dalam ingatan masa lampau ketika CD RO<>search engine oleh orang yang menggunakan account email AOL.

Altavista.com

Anda dapat menggunakan Altavista sesuka Anda. Keunikan mereka adalah fitur
international specified search, tetapi tetap saja tidak seakurat Google. Selain itu, apa yang tidak dipublikasikan Altavista adalah: mereka menggunakan engine Yahoo!. Pada dasarnya, ini hanya bagi pengguna yang menolak merk Yahoo.

Dogpile.com

Dogpile terkenal sebagai sebuah meta search engine yang menggunakan beberapa search engine sekaligys. Yang menyebalkan, jika Anda menggunakannya, Anda akan sadar bahwa Anda harus men-scroll melewati satu halaman penuh hanya untuk melewati semua sponsored link.

Excite.com

Masuk Ke Win XP tanpa passwod

Pada windows XP yang di password,,,,Alangkah "Kesalnya" kita bila ingin membuka komputer sendiri tetapi lupa sama password yang kita buat...
Apa yang mesti kita lakukan untuk masuk kedalam windows....
berikut adalah langkah-langkah untuk masuk kedalam windows xp yang dipassword...
  1. Nyalakan Komputer anda(pastinya...hehehe...)
  2. Pada Jendela untuk memasukan Password tekan ctrl+alt+del
  3. Lalu isi user name dengan nama Administrator
  4. Setelah masuk ke Lingkungan Administrator ubuh password yang anda inginkan,,,Jangan Sampai Lupa lagi
Cara ini cukup Praktis tetapi bila  Adminstratornya di Password juga maka cara ini tidak dapat digunakan...hehehehe...
selamat mencoba...!!

Set Up Modem

Tahukah kamu bahwa kecepatan koneksi internet dapat kamu tingkatkan dengan mengubah beberapa setting tertentu pada Windows. Walaupun sekarang sudah banyak software-software untuk mempercepat koneksi internet mungkin kamu tidak akan rugi untuk mengetahui cara mempercepat secara “manual” seperti yang tercantum di bawah ini:

Cara Pertama
Dari Control Panel, klik icon Modem.
Pada kotak dialog Modem Properties, pilih modem yang akan diubah settingnya dan klik pada tombol Properties
Pada tab General, ubah Maximum Speed menjadi 115200.
Pindah ke tab Connection dan klik tombol Port Setting.
Dari kotak dialog Advanced Port Setting, beri tanda check pada Use FIFO buffers. Kemudian ubah Receive Buffer menjadi 14 dan Transmit Buffer menjadi 16. Lalu klik OK.
Klik button Advanced, beri tanda check pada Use Flow Control. Kemudian pilih radio button Hardware. Pada bagian Extra Setting, isi dengan &C1&D2E1Q0V1X4%C0 S7=55 S11=55 S0=0.

Cara Kedua
Dari Control Panel, klik icon System.
Pindah ke tab Device Manager.
Pada bagian Ports (COM & LPT), pilih port yang digunakan oleh modem Anda dan klik tombol Properties.
Pindah ke tab Port Settings.
Pada bagian Bits per second, isi dengan 921600.

Cara Ketiga
Buka file system.ini yang terletak di C:Windows.
Pada bagian [386Enh], tambahkan dengan COM1Buffer=16384. Ubah COM1 dengan port yang digunakan oleh modem.

STATEMENT KEBIJAKAN MONETER BANK INDONESIA

Masih tingginya tekanan inflasi di Indonesia sampai Agustus 2008 terutama berasal dari permintaan agregat yang tumbuh cepat. Sementara itu, tekanan dari kenaikan harga energi, pangan dan komoditas di pasar dunia, mulai mereda, meski harus tetap diwaspadai. Menyikapi hal tersebut, Bank Indonesia memandang perlu untuk menjaga dan mengamankan agar permintaan agregat tetap tumbuh dalam jalur yang aman bagi pencapaian sasaran inflasi dan kestabilan ekonomi pada umumnya dalam jangka menengah.

Indikator terkini dalam perekonomian menunjukkan bahwa permintaan agregat tumbuh dengan cepat yang didorong oleh ekspor dan konsumsi masyarakat. Investasi juga diprakirakan tumbuh di atas rata-rata historisnya. Kuatnya permintaan domestik tersebut mendorong pertumbuhan impor yang tinggi, terutama untuk kebutuhan bahan baku dan barang modal. Dalam jangka menengah panjang, pertumbuhan impor tersebut diharapkan dapat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi negeri. Di sisi lain, perekonomian Indonesia juga dihadapkan pada risiko perekonomian global yang masih tinggi. Hal ini tercermin pada kondisi pasar keuangan global yang belum stabil, pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat, serta masih adanya ketidakpastian perkembangan harga komoditas. Berbagai perkembangan global dan domestik tersebut akan sangat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi Indonesia tahun 2008 dan 2009.

Di tengah konstelasi perkembangan perekonomian yang terjadi, inflasi tetap menjadi perhatian utama Bank Indonesia. Dalam menempuh kebijakannya, Bank Indonesia mengarahkan upayanya pada langkah-langkah menjaga inflasi. Pada Agustus 2008, inflasi tercatat 0,51% (mtm), jauh menurun dari bulan sebelumnya yang mencapai 1,37% (mtm) sehingga realisasi inflasi tahunan menjadi sebesar 11,85% (yoy). Dengan perkembangan tersebut, inflasi Januari-Agustus 2008 mencapai 9,40%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 3,58%. Berdasarkan faktor-faktor yang memengaruhi, masih tingginya inflasi IHK terutama didorong oleh faktor nonfundamental terkait masih tingginya inflasi pada kelompok harga makanan yang bergejolak (volatile food). Di sisi lain, inflasi harga barang yang ditentukan pemerintah (administered prices) menurun sejalan dengan berkurangnya dampak kenaikan harga BBM bersubsidi dan masih minimnya dampak kenaikan harga gas elpiji. Dengan memperhitungkan beberapa faktor risiko serta tekanan inflasi yang masih akan timbul hingga akhir tahun, Bank Indonesia memprakirakan inflasi IHK pada akhir tahun 2008 akan berada pada kisaran 11,5%-12,5% (yoy).

Nilai tukar rupiah selama Agustus 2008 secara rata-rata masih terapresiasi, meski di akhir periode bergerak melemah dengan skala terbatas. Nilai tukar rupiah sempat tertekan oleh isu eksternal yaitu kekhawatiran dampak perlambatan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas terhadap ketahanan ekonomi. Bank Indonesia melakukan upaya stabilisasi nilai tukar guna menghindari volatilitas yang berlebihan di pasar valuta asing.

Dalam keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia September 2008, Dewan Gubernur kembali menaikkan suku bunga BI Rate sebesar 25 bps dari 9,00% menjadi 9,25%. Kenaikan ini adalah kenaikan kelima sejak Mei 2008. Selain menaikkan BI Rate, Bank Indonesia akan tetap mengoptimalkan penggunaan seluruh instrumen kebijakan moneter yang tersedia, seperti pelaksanaan Operasi Pasar Terbuka dan upaya menjaga stabilitas di pasar rupiah dan valas. Terkait dengan Operasi Pasar Terbuka, upaya pengetatan juga dilaksanakan dengan menaikkan suku bunga FASBI dari 300 bps di bawah BI Rate menjadi 200 bps di bawah BI Rate.

Transmisi kebijakan moneter bekerja melalui kenaikan seluruh suku bunga yang pergerakannya dikaitkan dengan BI Rate. Suku bunga Pasar Uang Antar Bank Over Night (PUAB O/N) yang ditetapkan penggunaannya sebagai sasaran operasional kebijakan moneter, sejak Juni 2008 bergerak stabil di sekitar BI Rate. Suku bunga FASBI O/N yang merupakan batas bawah (floor) pergerakan suku bunga PUAB O/N tercatat menjadi sebesar 7,25%, naik dibanding sebelumnya sebesar 6%. Sementara itu, suku bunga SBI Repo yang merupakan batas atas (ceiling) suku bunga PUAB O/N menjadi sebesar 12,25%. Selanjutnya, pergerakan suku bunga tersebut ditransmisikan pada tingkat suku bunga simpanan dan kredit di perbankan nasional. Sampai dengan saat ini, kenaikkan BI Rate dapat ditransmisikan dengan baik ke pasar keuangan.

Sementara itu, di pasar saham, tekanan terhadap pasar keuangan global yang masih berlanjut berdampak pada menurunnya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama Agustus 2008. Penurunan kinerja IHSG terutama disebabkan oleh gejolak eksternal yang bersumber dari permasalahan utama di bursa global. Namun, penurunan kinerja IHSG lebih lanjut tertahan oleh masih terjaganya faktor fundamental domestik.

Ke depan, Dewan Gubernur Bank Indonesia tetap memfokuskan kebijakan pada upaya mengendalikan tekanan terhadap stabilitas makroekonomi. Dewan juga berpandangan bahwa upaya untuk mengelola tingkat permintaan akan tetap dilakukan dengan mempertimbangkan dampaknya pada pertumbuhan ekonomi negeri. Dengan kebijakan yang terpadu, Bank Indonesia meyakini bahwa inflasi pada tahun 2009 akan dapat dibawa kembali pada kisaran 6,5%-7,5%.

Dampak Krisis Keuangan Global terhadap Perekonomian Indonesia

Kita semua tentu sudah tahu bahwa saat ini negara super power amerika sedang dalam masalah / krisis keuangan. Menurut kompas penyebab dari krisis ekonomi AS adalah penumpukan hutang nasional yang mencapai 8.98 triliun USD, pengurangan pajak korporasi, pembengkakan biaya perang irak dan afghanistan, dan yang paling krusial adalah Subprime Mortgage: Kerugian surat berharga property sehingga membangkrutkan Lehman Brothers, Merryl Lynch, Goldman Sachs, Northern Rock,UBS, Mitsubishi UF.

Surat kabar di Eropa menyoroti krisis ekonomi di Amerika Serikat yang dampaknya juga mulai terasa di Eropa.

Mengenai krisis konjunktur di Amerika Serikat dan akibatnya bagi pertumbuhan ekonomi global,

Harian dari Italia La Republica yang terbit di Roma dalam tajuknya berkomentar :

“Saat ini Amerika Serikat dilanda resesi yang sangat serius dan menyakitkan. Kini pertanyaanya adalah: Seburuk apa fase konjunktur ini, dan apakah akan dapat meruntuhkan ekonomi Amerika Serikat secara mendadak? Di Eropa, terutama Bank Sentral Eropa walaupun menyadari hal itu merupakan ilusi, masih tetap mengharapkan bahwa mereka masih dapat melindung kawasannya atau menepis dampak dari krisis berat ekonomi di Amerika Serikat. Namun, di tahun 2008 ini Eropa tidak akan lagi mampu menahan dampak krisis ekonomi dari Amerika Serikat dan akan ikut tergilas.”

Dari Perancis Harian Dernieres Nouvelles d`Alsace yang terbit di Strassburg juga mengomentari dengan tajam krisis ekonomi dunia tsb:

“Di Jerman serikat buruh menuntut kenaikan gaji sampai 8 persen untuk mengimbangi daya beli yang terus menurun. Juga di Perancis menurunnya daya beli menjadi topik bahasan. Namun dalam kenyataannya penurunan daya beli ini adalah masalah seluruh Eropa. Di mana-mana pertumbuhan ekonomi harus dikoreksi ke bawah. Bank Sentral Eropa mengecam tuntutan serikat buruh- khususnya dengan menyoroti Jerman sebagai penggerak ekonomi Eropa. Ekonomi global mengalami perubahan drastis. Krisis kredit di Amerika Serikat menunjukkan betapa rentannya globalisasi moneter. Para aktor baru ekonomi juga muncul di luar rencana. Seperti halnya dana simpanan jangka panjang dari negara-negara penghasil minyak bumi, yang merupakan investasi jangka panjang. Yang berbeda dari dana pensiun, yang hanya tertarik pada keuntungan jangka pendek. Perubahan drastis dalam sirkulasi keuangan tidak dapat diabaikan lagi.”

Sedangkan Harian yang beredar di Jerman Der Tagesspiegel yang terbit di Berlin berkomentar :

“Juga jika tidak seluruh ketakutan menjadi kenyataan, sekarang terlihat betapa buruknya persiapan Jerman menghadapi penurunan konjunktur. Tahun lalu kas negara hanya mendapat pemasukan 70 juta Euro, walaupun pendapatan dari sektor pajak meningkat milyaran Euro. Negara tidak mampu lagi mengembalikan kemampuannya untuk bertindak. Politik secara keseluruhan, gagal mengambil manfaat dari laju konjunktur. Asuransi kesehatan, yayasan dana pensiunan dan pasaran kerja tidak lagi kebal dari krisis. Tema ini harus dibicarakan dalam kampanye.”

Dan yang terakhir harian liberal Denmark Information yang terbit di Kopenhagen mengomentari dampak resesi pada kampanye pemilu presiden di AS :

“Ancaman resesi ekonomi di tahun pemilihan presiden, secara ajaib kelihatannya mempersatukan partai Republik dan partai Demokrat di Kongres serta presiden saat ini. Sakarang ini juga harus disuntikkan dana segar bagi sirkulasi ekonomi, dan lebih baik tentu saja jika langsung disalurkan kepada konsumen AS. Seandainya presiden AS merintangi proyek ini, peluang partai Republik untuk mempertahankan kekuasaannya di Gedung Putih akan semakin buruk. Sebab kandidat partai demokrat dapat melemparkan tanggungjawab bagi resesi serius tahun 2008 ini, kepada Bush dan partai Republiknya. Untuk sementara, kelihatannya krisis ekonomi tsb meningkatkan peluang partai Demokrat untuk memenangkan pemilu presiden dan meraih mayoritas di kedua kamar di Kongres.”

Lantas bagaimana dengan di Indonesia? krisis kuangan yang menimpa amerika jelas juga berdampak di Indonesia, seperti harga rupiah yang terus melemah, IHSG yang juga tidak sehat, ekspor diperkirakan juga menjadi terhambat karena perusahaan- perusahaan AS akan melakukan politik banting harga. Namun apakah krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1997/98 akan terjadi lagi? Menurut Ekonom UGM Sri Adiningsih menilai sampai sejauh ini pemerintah Indonesia belum mempunyai langkah strategis untuk mengantisipasi dampak krisis financial AS, padahal jika krisis financial AS tidak segera teratasi maka dampaknya terhadap perekonomian Indonesia bisa lebih buruk dibanding krisis ekonomi tahun 1997/98.

Setidaknya kita berharap pasar asia masih bertahan dalam menghadapi krisis yang terjadi di AS, karena saat ini pemerintah hanya memiliki strategi untuk fokus kepada jalur distribusi ekspor, akan tetapi apabila pasar asia ikut hancur maka dipastikan Indonesia akan mengalami krisis ekonomi yang lebih parah dari tahun 1997/98

    Followers